Garis Takdir di Peta Bumi

Naskah Skenario Film (10 menit) 



Judul:
"Garis Takdir di Peta Bumi"

Tema:
Persahabatan, Perjuangan, dan Kesuksesan.

Karakter:
 * SRI (Perempuan):
Cantik, modis, anak orang kaya, namun rendah hati.
 * ASEP (Laki-laki):
Tenang, religius, sering membawa buku saku doa/hadis.
 * IIS (Perempuan):
Energik, cerdik, selalu punya ide jualan di sekolah.
 * AGUS (Laki-laki):
Sederhana, tekun, sering membantu Pak Surya merapikan perpustakaan.
 * PAK SURYA:
Wali Kelas & Guru Geografi yang bijak.

SCENE 1.
KELAS GEOGRAFI – PAGI
Latar:
Ruang Kelas
Pak Surya sedang menjelaskan tentang "Pemanfaatan Sumber Daya Alam". Sri duduk dengan tas bermerek, Asep membaca catatan, Iis diam-diam menghitung uang receh hasil jualan risol, dan Agus memakai seragam yang sudah agak menguning.

PAK SURYA
"Geografi mengajarkan kita bahwa letak astronomis menentukan iklim. Tapi dalam hidup, letak ekonomi tidak boleh menentukan masa depan. Kalian semua punya 'orbit' masing-masing."

Pak Surya berhenti di depan meja Agus.

PAK SURYA (Lanj.)
"Agus, jangan takut kalau langkahmu berat karena tak punya kendaraan. Bumi itu bulat, sejauh apa pun kamu berjalan, jika niatmu baik, kamu akan sampai ke tujuan."

SCENE 2.
RUMAH AGUS & LINGKUNGAN ALAM – SORE
Latar:
Rumah Pinggir Sawah / Gubuk Sederhana
Keempat sahabat berkumpul di depan rumah Agus. Mereka duduk di bale-bale bambu sambil memandang sawah.

SRI
"Habis lulus, aku mungkin dikirim Papa ke Milan buat sekolah fashion."

IIS
"Gue mau bantuin emak di pasar, tapi gue pengen punya toko sendiri yang gede, biar nggak diusir-usir satpam lagi."

ASEP
"Insya Allah, saya mau mondok sambil belajar dakwah. Dunia ini luas, tapi akhirat lebih abadi."

AGUS
(Menunduk)
"Aku cuma pengen sekolah lagi biar bisa jadi kayak Pak Surya. Biar anak-anak di kampung ini tahu kalau dunia itu lebih luas dari sekadar sawah ini."

SCENE 3.
PERPISAHAN – SIANG
Latar: Gerbang Sekolah (Masa Kelulusan)
Mereka berpelukan. Sri menangis. Iis memberikan satu bungkus risol terakhir sebagai kenang-kenangan. Pak Surya menemui mereka.

PAK SURYA
"Bapak pegang janji kalian. Sepuluh tahun lagi, di hari yang sama, temui Bapak di bukit belakang sekolah ini."

SCENE 4.
MONTAGE PERJUANGAN (TANPA DIALOG)

 * SRI:
Terlihat lelah di belakang panggung fashion, kaki lecet karena high heels, tapi terus berjalan elegan.

 * ASEP:
Belajar di bawah lampu minyak di pesantren, berdakwah di desa terpencil dengan motor tua.

 * IIS:
Mulai dari jualan di emperan, kehujanan, lalu perlahan punya ruko kecil, hingga menjadi gudang distribusi besar.

 * AGUS:
Mengajar anak-anak di pedalaman, berjalan kaki melewati sungai, hingga akhirnya menerima gelar sarjana pendidikan.

SCENE 5.
REUNI KESUKSESAN – SORE (10 TAHUN KEMUDIAN)

Latar:
Bukit di Belakang Sekolah
Sebuah sepeda motor baru berhenti.
SRI turun dengan anggun, mengenakan pakaian desainer terkenal. Ia adalah Model nasional.
Lalu datang seorang pria dengan jubah dan sorban yang berwibawa. ASEP, kini seorang Ustadz Kondang yang baru pulang safari dakwah.
Tak lama, IIS datang dengan asistennya yang membawa banyak bingkisan produk. Iis kini menjadi Pengusaha/ Pedagang Sukses pemilik jaringan toko grosir.
Terakhir, seorang pria dengan kemeja rapi dan kacamata datang membawa tas kerja. Itu AGUS. Dia kini adalah Guru Teladan yang memimpin SMA.
Mereka saling berpandangan dan tertawa haru.

SRI
"Kita berhasil, ya?"

IIS
"Gue nggak nyangka risol gue sekarang udah jadi pabrik!"

ASEP
"Alhamdulillah, semua ini karena berkah doa dan kesabaran."

SCENE 6. PENUTUP
Latar:
Bukit - Matahari Terbenam
Pak Surya (tampak jauh lebih tua namun bugar) datang menghampiri mereka.

PAK SURYA
"Lihatlah pemandangan dari sini. Dari ketinggian ini, kalian tidak lagi melihat perbedaan kaya atau miskin. Kalian hanya melihat satu hamparan bumi yang indah."
Mereka berlima berdiri berjajar menghadap matahari terbenam.

AGUS (V.O)
"Geografi mengajarkan kita tentang jarak. Tapi persahabatan mengajarkan kita bahwa sejauh apa pun jarak memisahkan, hati yang tulus akan selalu menemukan jalan pulang."

TEKS DI LAYAR:
Sukses bukan tentang dari mana kita berangkat, tapi tentang keberanian untuk tidak berhenti berjalan.

FADE OUT.
Tips Visual untuk Video:
 * Transisi: Gunakan transisi yang halus saat adegan montage perjuangan agar penonton merasakan waktu yang berlalu cepat.

 * Warna (Color Grading): Masa SMA gunakan warna cerah (hangat), masa perjuangan gunakan warna sedikit redup/dingin, dan masa sukses gunakan warna yang megah dan jernih (golden hour).

 * Kostum: Pastikan perubahan kostum terlihat kontras untuk menunjukkan kesuksesan mereka (misal: Agus dari seragam kusam menjadi kemeja sangat rapi).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL GEOGRAFI

Soal Ulangan BAB 1 Kelas XII

PRESENTASI VIDEO